SMAN 5 OKU Terapka  sistem PTMT Dua Kelompok

oleh -

Kepala Kepala SMAN 5 OKU, Yulian Mukhni Mpd saat dibincangi Memo Sumsel

BATURAJA. MS  – SMAN 5 OKU  kembali menerapkan  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMAN 5 OKU yang telah dimulai sejak 3 Januari 2022 kemarin.

Kepala Kepala SMAN 5 OKU, Yulian Mukhni Mpd mengatakan, sistem pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT),  telah dilaksanakan dan diikuti dengan baik oleh para siswa/siswi disekolah.

“Alhamdulillah SMAN  5 OKU telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar PTMT sejak 3 Januari lalu, dan saat ini terus berjalan lancar dan baik,” kata Yulian didampingi
Waka Kesiswaan, Drs Diana Ariani dan Waka Kurikulum, Eka Susanto SPd, Kamis (20/01/2022) dibincangi Memo Sumsel.

Baca Juga :   Rio Aditya, Gelar Sertijab Tiga Pjs Kades Babat Supat

Terkait proses PTMT ujar Yulian, pihaknya menerapkan secara bertahap dengan pola satu kelas dibagi 2 kelompok, yakni kelompok A dan kelompok B dimana satu kelompok belajar Daring dan satu kelompok belajar tatap muka (Luring). Yakni jika hari ini kelompok A masuk pada pembelajaran tatap muka, maka kelompok B masuk pada pembelajaran Daring atau belajar dari rumah. Keesokan harinya, giliran kelompok B yang belajar di sekolah. Sedangkan kelompok A belajar dari rumah.

Dikatakannya, selain untuk menghindari kerumunan siswa, para pengawas dan guru terus melakukan monitor, pemeriksaan perkelas, hingga mengatur antrian pada jam pulang, dan menerapkan Prokes secara ketat.

Baca Juga :   Canggih, Guru di Muba Belajar Buat Konten Belajar Berbasis Multimedia

Sementara, Waka Kesiswaan, Drs Diana Ariani menambahkan, secara keseluruhan jumlah siswa/siswi di SMAN 5 OKU berjumlah sekitar 540 murid. Yakni 180 siswa kelas 10, 180 siswa kelas 11 dan 180 siswa kelas 12. Dengan penerapan PTMT para siswa/siswi yang masuk pada kelompok pembelajaran tatap muka, mulai masuk sekolah jam 7.00 WIB hingga 10.00 WIB atau selama 3 jam belajar di sekolah.

“Untuk kegiatan ekstra kurikuler atau Eskul sampai saat ini memang belum kita laksanakan. Hanya ada pengecualian untuk beberapa kegiatan yang sifatnya tertentu saja yang memang harus siswa bertemu langsung di sekolah,” pungkasnya. *RD/MJ

Print Friendly, PDF & Email