Ragukan Netralitas Panwascam, Sekretaris CACA Gelar Audiensi Dengan DPRD OKU

oleh -

BATURAJA. MemoSumsel —Komisi I DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) diminta turut andil mengawal proses perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang dilaksanakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Seperti yang disampaikan Rahmad Sandi, dari perwakilan Gabungan Ormas Penegak Keadilan, yang juga Sekretaris CACA saat beraudiensi dengan Ketua Komisi I DPRD OKU, Ledi Patra yang didampingi Wakil Ketua Komisi I, Yopi Sahrudin bersama beberapa anggota komisi I lainnya, Rabu(11/12) menyatakan bahwa, hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi agar pengawas-pengawas ini tidak ada kepentingan lain/ kelompok atau golongan. Ataupun pihak yang akan mencalonkan diri di Pilkada 2020 nanti.

Audiensi ini sengaja mereka lakukan, karena pertama sebagai alat kontrol. Dan kedua sebagai upaya antisipasi terjadinya “permainan” ataupun adanya orang-orang titipan yang didudukkan sebagai Panwascam.

“Memang belum ada pelanggaran yang dilakukan Bawaslu. Tapi kami ingin antisipasi bahwa dalam proses perekrutan Panwascam nantinya benar-benar menghasilkan orang-orang yang kredibel. bukan titipan. Yakni pengawas yang benar-benar berdiri pada posisi dan tugasnya. Bukan orang tersandera kepentingan politik,” tegasnya.

Kenapa mesti begitu? Sebab menurut Sandi, belumlah proses rekrutmen dilaksanakan, pihaknya sudah menemukan semacam kejanggalan-kejanggalan awal.

Baca Juga :   HASIL MEDIASI TRIPARTI ANTARA PUK SPSI DAN PT LONDON SUMATRA MENUMUI JALAN BUNTU

“Ya. Keanehan awal, dari 7 (tujuh) kabupaten/ kota yang Pilkada tahun 2020, hanya OKU yang pesertanya (Panwascam-nya) sedikit. Dimana ada 156 orang dari 159 pendaftar. Ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu Provinsi. Dan mereka kaget. Partisipasi pendaftar di OKU sangat sedikit,” bebernya.

Belum lagi, lanjut dia, adanya kabar-kabar tak sedap diluar sana, yang menyebut bahwa untuk Panwascam-Panwascam di Kecamatan di OKU ini sudah ada nama-namanya.

“Info yang kami dapat dari masyarakat, bahwa memang sudah ada nama si anu dan si ini. Sehingga, masyarakat tak mau berpartisipasi karena sudah ada jatah tadi. Itu yang terjadi,” cetusnya.

Oleh karena, sebagai kontrol sosial, pihaknya menyampaikan hal ini ke DPRD, dengan tujuan wakil rakyat turut mengawal prosesnya sehingga tidak terjadi ribut-ribut di akhir prosesnya nanti.

“Kami tidak ada kepentingan dalam hal ini. Cuma ingin menjaga demokrasi ini agar tidak ada terjadi suap menyuap, money politik dll. Dalam arti kami mencegah jangan sampai ada pelanggaran. Dan semoga langkah kami ini disini dapat membuat perubahan nama-nama yang katanya sudah diplot itu,” jelasnya.

Baca Juga :   Dikonfirmasi terkait dugaan Penyimpangan DD, Kades Kedaton Bicara Kotor Kepada Wartawan

Ketua Komisi I DPRD OKU, Ledi Patra, mendukung penuh gerakan CACA atau gabungan ormas penegak keadilan itu.

Bahkan pihaknya siap mengawal, kalaupun kejanggalan yang disampaikan itu sampai klimaks. Dengan catatan harus menyiapkan data dan fakta.

“Kami juga sangat mengharapkan rekan-rekan terus mengawal pesta demokrasi di OKU. Supaya menghasilkan pemimpin yang benar-benar kita atau masyarakat inginkan. Bukan hasil permainan penyelenggara,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I, Yopi Sahrudin, tertarik perihak kejanggalan mengenai informasinya sudah adanya nama-nama yang akan diplot sebagai Panwascam dinaksud.

“Ya. Kalau soal sudah ada nama, ini artinya perlu didalami. Ini agak menarik. Masak masih proses seleksi sudah ada nama yang nunggu. Ini besar magnetnya. Selaras dan sarat kepentingan,” ujar Yopi.

Pihaknya mendukung langkah yang dilakukan CACA, karena menurut Yopi, DPRD juga berkeinginan agar Bawaslu dapat berlaku transparan dan dapat menghasilkan orang berkompeten dalam perekrutan Panwascam ini.

“Kita ingin fair dan orang pas di posisinya. Teruslah diawasi. Jangan capek, supaya dapat hasil yang bagus. Kalau terjadi apa-apa, sampaikan kepada kami,” tutupnya. Rill

Print Friendly, PDF & Email