Program Serasi 2019 Berakhir di Bui, Kejari Tahan Dua ASN Dinas Pertanian OKU

oleh -

MEMOSUMSEL Usai melakukan pendalaman dan mendapatkan cukup alat bukti Akhirnya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU menetapkan dua orang tersangka berinisial AP selaku PPK dan AH staf di Dinas Pertanian OKU. Penahanan dilakukan terkait penanganan perkara Tipikor dalam pelaksanaan program Serasi seluas 300 hektar pada Dinas Pertanian Kabupaten OKU yang bersumber dari dana APBN TA 219

Menurut Kajari OKU, Choirun Parapat SH MH, Dalam perkara ini pihaknya sudah memeriksa sebanyak 25 orang saksi terdiri dari unsur Dinas Pertanian OKU, para Kelompok Tani Program Serasi, masyarakat dan beberapa saksi lainnya.

“Jadi keduanya adalah pegawai di Dinas Pertanian. Mereka saksi yang ditingkatkan sebagai tersangka dalam kasus Serasi tahun 2019,” kata Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Choirun Parapat SH MH dalam keterangan persnya usai penetapan tersangka, Kamis (25/5).

Baca Juga :   Dunia Pendidikan Dibuat Malu oleh Oknum Pelajar Berbuat Mesum

Kejari menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dilakukan oleh tim, ditemukan cukup barang bukti yang berkaitan dengan dua saksi yang ditingkatkan menjadi tersangka.

“Kedua tersangka terbukti secara bersama melakukan tindak pidana korupsi dengan penyimpangan dana pada kegiatan Serasi yang seharusnya digunakan petani tapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Masih menurut Kejari, akibat perbuatan para tersangka, menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp300 juta.

Oleh karena itu, dari perbuatan kedua tersangka melanggar Subsider yakni Primer Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Baca Juga :   Terkait Dugaan Dana Hibah Senilai 16,5 Miliar, Kejaksaan Negeri OKUT Geledah Kantor Banwaslu

“Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun,” paparnya.

Selanjutnya, Untuk kepentingan penyidikan, Kajari OKU, kedua tersangka di tahan di Rutan Baturaja Kelas 2B untuk 20 hari ke depan.

“Saya perintahkan penyidik untuk segera menuntaskan kasus ini. Jika sudah rampung maka akan segera dilimpahkan ke Kejati Sumsel,” tegasnya.

Ketika Ditanya mengenai adanya tersangka lain dalam perkara ini, Kajari OKU menegaskan jika pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

“Kita juga sedang melakukan pendalaman kasus lainnya di Dinas Pertanian OKU yakni Program Optimasi Lahan (Oplah) Tahun 2020 yang melibatkan 16 kelompok tani,” 300. “Pungkasnya.

Laporan: Radit

Print Friendly, PDF & Email