Prabumulih Tertinggi di Sumsel Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

oleh -

PRABUMULIH. MS – Kapolres Prabumulih, AKBP Witdiardi SIK MH dan Kasat Reskrim AKP Alita Firman melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Prabumulih, Ipda Mansyur mengatakan kasus kekerasan seksual atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Kota Prabumulih tahun 2022 mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun 2021.

“Pada 2021 tercatat ada 3 laporan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan pada 2022 jumlah kasus meningkat menjadi 18 kasus,” ungkap Mansyur kepada wartawan.

Kanit PPA mengatakan ada banyak faktor penyebab meningkatnya kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut seperti faktor ekonomi, faktor pergaulan (lingkungan) dan faktor keluarga.

Baca Juga :   Paket Lengkap, Pj Bupati Apriyadi dan Forkopimda Dengarkan Pidato Presiden

“Kebanyakan karena iming-iming pelaku, pelaku menjanjikan uang atau barang sehingga anak dibawah umur tersebut tertarik, bukan karena mereka jual diri tapi karena iming-imingi pelaku,” tegasnya.

Lebih lanjut Kanit PPA menuturkan, peristiwa persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini biasanya dilakukan dibanyak tempat seperti penginapan, rumah pelaku bahkan di kebun.
“Untuk tempat biasanya di rumah pelaku, penginapan dan ada juga di pondok di kebun,” tuturnya.

Tingginya angka persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Kota Prabumulih, membuat Kota Prabumulih berada diperingkat ke dua setelah Kota Palembang dalam hal kasus tersebut.

Baca Juga :   Petugas Rutan Baturaja Melaksanakan Kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental

“Kalau dilihat memang secara keseluruhan kita Prabumulih di urutan kedua setelah Palembang kasus persetubuhan anak dibawah umur,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Prabumulih Sutarno SE ketika dibincangi meminta para orang tua untuk lebih aktif dalam menjaga dan memperhatikan pergaulan anak.

“Pergaulan anak dan kegiatannya harus sering dipantau dan dijaga sehingga peristiwa yang tidak diinginkan tak terjadi menimpa anak. Selain itu tanamkan agama sehingga juga bagi anak kita tidak jadi pelaku atau menyimpang,” ungkapnya. (ONE)

Print Friendly, PDF & Email