Pemkab Muba dituntut 30 Milyar Oleh Kopastema

oleh -

MUSI BANYUASIN. MS –Sidang pertama perkara perdata antara irwansyah sebagai penggugat dan pemeritah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) sebagai tergugat berlansung di pengadilan Negeri sekayu pada hari kamis tanggal 14/05/202. jam 11.30. waktu setempat.

Sidang perdana yang dipimpin oleh hakim ketua Tyas Listiani SH MH  ini berisi pembacaan gugatan oleh Penggugat kepada tergugat yaitu Pemkab Muba C.Q. PLT Bupati Muba Beni Hernedi Sebagai Tergugat I, Kepala Dinas Koperasi UMKM Dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Muba, Agendel Azim  Sebagai Tergugat II, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Muba-Zainal Arifin Sebagai Tergugat III,
ketiganya diwakili oleh penasehat hukumnya.

Dalam pembacaan gugatannya  penggugat antara lain mengatakan bahwa:
1.Penggugat Selaku Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tekad Mandiri  (Kopastema ,  merasa tertipu oleh tergugat II karena sampai hari ini tidak diberikan dokumen surat perjanjian sewa lahan untuk pembangunan Los di lokasi pasar randik sekayu.

Baca Juga :   Plh Bupati OKU Apresiasi Kinerja BPR Baturaja

Surat perjanjian nomor 511.2/KOP.UMKM.PP/2016, Tanggal 30/11/2016 yang telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak, diberikan oleh tergugat kepada penggugat berupa photo copy bukan asli.

2.Penggugat tidak menerima sewa los pasar terhitung sejak november 2017 sampai sekarang (Mei 2020) dan ini membuat penggugat mengalami kerugian.

3.Penggugat mendapat cemoohan dari para pedagang Pasar Randik Sekayu sampai  mengalami ketakutan, bahkan sempat  dirawat di RSUD Sekayu sebanyak dua kali.

4.Beberapa unit Los milik penggugat mengalami rusak berat  karena terlantar sebagai akibat kebijakan tergugat III yang tidak memperbolehkan penggugat menyewakan Los tersebut kepada pedagang.

Sebagai akibat perbuatan tergugat, penggugat menderita kerugian materil sebesar Rp. 1.100.000,- (satu milyar seratus juta rupiah) dan kerugian imateril sebesar  Rp.30.000.000.000,- (tiga puluh milyar rupiah).

Baca Juga :   Kerahkan Petugas dan Truk, Sampah Menumpuk di Saluran Sudah Dibersihkan Petugas DLH OKU 

total kerugian materil dan imateril yang diderita oleh penggugat adalah Rp. 31.100.000.000,- (tiga puluh satu milyar seratus juta rupiah)
Penggugat menuntut  kepada ketiga tergugat  secara bersama-sama  memberikan ganti kerugian imateril sebesar   tiga puluh milyar rupiah sedangkan kerugian materil sebesar satu milyar seratus juta rupiah ditanggungkan kepada  tergugat III. Dan kepada tergugat II penggugat menuntut agar memberikan surat perjanjian asli kepada penggugat.

Selain itu penggugat juga menuntut kepada ketiga tergugat  untuk mengadakan konferensi pers guna  menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya kepada penggugat.

Majelis hakim yang diketuai oleh  tyas listiani SH MH, memberikan kesempatan jawaban atau tanggapan kepada tergugat pada kesempatan sidang berikutnya yaitu hari kamis tanggal 28 Mei 2020. (Iron/Tim)

Print Friendly, PDF & Email