Opini, Tantangan Guru Dalam Menyikapi Bullying Pada Peserta Didik, Karya Tri Asnita Yuniarti

oleh -

MUBA. MS – Karya Tulis Ilmiah, Opini, Tantangan Guru Dalam Menyikapi Bullying Pada Peserta Didik, Karya Tri Asnita Yuniarti, Dosen pengampu: Mazda Leva Okta Safitri M,Pd. Dwi Cahaya Nurani M,Pd, Fakultas: Fkip Pgsd Universitas Sriwijaya Palembang.

Bullying alias perundungan bentuk penindasan modern yang kerap terjadi di lingkungan sekitar. Dikatakan begitu lantaran sang korban dibuat tidak berkutik dan terus dipojokkan seolah-olah apa yang dikatakan oleh para pelaku adalah benar. Bentuk bully yang terjadi beragam, ada dalam bentuk verbal alias kata-kata dan ada juga dalam bentuk tindakan.

Apapun itu, praktik bully tidak diperkenankan hadir dalam bentuk apapun dan di situasi seperti apapun. Bully secara bahasa diambil dari kata Bull yang berarti banteng, kebiasaan banteng yang suka menyeruduk tanpa arah menjadikan perilaku penindasan disebut sebagai bullying.Oh ya, bullying juga dikatakan sebagai benih dari kekerasan.

Sebagai guru menyikapi nya yang pertama, Mendidik diri sendiri tentang bullying dan kekerasan antar sebaya dengan membaca dan berbagi konten informasi dengan sesama rekan guru. yang kedua, Membangun pedoman yang tegas dan jelas terhadap bullying, serta buat kesepakatan dengan siswa Anda tentang konsekuensi dari bullying secara partisipatif dengan mereka (alih-alih memberi hukuman).Yang ketiga, Ciptakan suasana yang hangat, hubungan yang saling mendukung, iklim positif, dan pelibatan semua siswa di ruang kelas Anda.

Yang keempat, Perhatikan anak-anak yang lebih rentan terhadap bullying; termasuk anak-anak yang baru atau pindahan, anak-anak yang secara fisik lebih lemah, anak-anak dengan disabilitas, atau anak-anak yang sering mengeluh karena di-bully oleh orang lain.Yang kelima, Berikan dorongan kepada anak-anak yang lebih rentan terhadap bullying untuk berinteraksi secara lebih aktif dan ingatkan teman-temannya untuk membantu ia agar dapat melakukannya dengan baik. Yang keenam, Libatkan siswa untuk bermain peran (role play) mengenai situasi bullying dan cara mengatasi masalah ini. Rencanakan bersama mereka cara melawan bullying dan penindasan.

Yang ketujuh, Yakinkan siswa Anda bahwa Anda bersedia membantu mereka jika dan ketika mereka di-bully.Terakhir Berikan bantuan dan perlindungan yang memadai kepada siswa yang di-bully. Pastikan bahwa pelaku bullying tidak mengancam lagi.

Perundungan tidak akan hilang begitu saja bila diabaikan. Beberapa pihak mungkin tidak peduli dan bersikap seolah perundungan di sekolah merupakan hal yang biasa sehingga dapat dimaklumi. Namun, memerhatikan generasi bangsa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan merupakan amanah bagi semua orang, maka peduli akan kasus perundungan juga salah satu tugas yang harus dipertimbangkan.

Laporan : Tri Asnita Yuniarti

Editor : Heryawan

Print Friendly, PDF & Email