Money Politics Warnai Pilkades Desa Sukarami Kecamatan Sekayu

oleh -

SEKAYU. MS – Politik uang (money politics) mewarnai pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Musi Banyuasin desa Sukarami kecamatan Sekayu ada calon kades yang menggunakan segala cara demi menarik simpati pemilik hak pilih untuk mencoblosnya saat Pilkades 9 maret lalu (24/3/2020)

Termasuk dengan cara kotor. Seperti bagi-bagi uang dengan beragam dalih. Ada yang memberi uang dengan alasan sebagai hadiah, dana sosial, atau uang terima kasih.

Dari data yang dihimpun media memo Sumsel, praktik money politics ini sudah terjadi di salah satu desa di wilayah Musi Banyuasin kecamatan Sekayu desa Sukarami Modusnya, salah satu calon kades memerintahkan tim suksesnya untuk bagi-bagi duit kepada warga.

RT. Singkatan nya Salah satu ibu rumah tangga yang menerima uang dari palson 03 yang di berikan oleh tim(03) idit salah satu orang kepercayaan sabar palson 03 memberikan sejumlah uang sebesar 400 rb pada hari Selasa tenag dengan alasan ini ada titipan kata idit dari kuyung sabar tutur RT kepada kami.

Waktu yang sama sebut saja KP juga menerima uang dari tim 03 sejumlah uang 300 RB pada masa tenag sebelum pemilihan berlangsung hal ini langsung di laporkan ke pihak PMD muba selaku panitia besar pelaksana Pilkades serentak 65 desa di Musi Banyuasin tampak nya belum ada kejelasan.

Baca Juga :   HD Gubernur Sumsel Hadiri Acara Rakorda Partai Nasional Demokrat Di Musi Banyuasin

Kosasi no 01dan sudirman no 02 merasa di curangi pada pemilihan Pilkades beberapa waktu lalu dan meminta pihak Dinas Pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) membatalkan hasil pemilihan yang di menangkan oleh no urut 03 saudara sabar karna jelas sebelum kompetisi berlangsung kami bertiga sepakat mufakat di depan masarakat dan tokoh agama toko masyarakat dan toko pemuda membuat perjanjian di atas materai 6000 agar tidak ada money politik pada Pilkades dan jika terbukti melakukan money politik di batalkan tutur Sudirman kepada media kami dan hal ini telah kami sampaikan ke pihak DPMD Muba masalah ini tapi belum ada kejelasan sampai saat ini.

sementara itu kepala dinas PMD melalu PPTK pitriadi SE Pilkades saat di wawancara media kami mengatakan masalah money politik itu bukan ranah PMD merupakan ranah kepolisian jadi buat saja laporan ke polisi tutur nya kami di sini nanti akan memanggil pihak yang bermasalah dan akan kami mediasi antara calon tetapi penyelesaian nya kita tunggu waktu saja dak tau kapan tutur nya kepada kami.

Baca Juga :   Kunjungan Kerja Kadivpas Kemenkumham Sumsel di Rutan Baturaja

Sementara itu calon kades no urut 01 Kosasi saat di wawancara mengataakan ini akan kami bawa ke ranah hukum dan seharunya pihak DPMD sebagai penyelenggara harus bertindak tegas tentang ada nya pengaduan atau keluhan kami sebagai Colon kepala desa agar pesta demokrasi ini benar-benar etis jurdil dan kondusip sama apa yang di inginkan masyarakat jangan seperti ini kami hanya di beri janji Sampai saat ini pegaduan kami tak tau sampai kemana jangan Jagan sampai tiba pelantikan Paslon o3 mendatang laporan kami mentok di DPMD saja dan perjanjian kami ber 3 calon kepala desa sebelum pemilihan hanya omong kosong belaka tak bisa di pertanggung jawabkan di depan masarakat hanya membuang-buang waktu saja di muka umum dan masyarakat tuturnnya. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email