Kualitas Udara di OKU Masih Baik

oleh -

BATURAJA. MS -Dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan sering kali membuat kualitas udara menjadi buruk. Namun sampai saat ini tingkat kualitas udara di Kabupaten OKU diketahui masih berkualitas baik.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten OKU, Sito Maimunah, menyatakan kualitas udara di Bumi Sebimbing Sekundang masih baik. Menurutnya, indikasinya, secara kasat mata terlihat dari jarak pandang masih berkisar 500 meter lebih. Dan belum ada keluhan warga yang terserang ISPA.

Diterangkan Maimunah, Kabupaten OKU sendiri memang belum dilengkapi dengan alat pengukur kuaitas udara PM10. Dimana alat ini menggunakan sistem difusi laser, dengan bawaan sensor digital P-Articulate Content Sensor. Alat Kualitas udara portabel ini dapat digunakan untuk pengukuran yang terus menerus atau beberapa kali pengukuran saja. “Kita belum ada alat ini. Karena harganya mahal yakni Rp500 juta,” katanya kepada wartawan.

Baca Juga :   Pemilihan Ketua PWI OKU, Purwadi Terpilih Aklamasi

Saat ini, pihaknya rutin melakukan pemeriksaaan dengan metode passive sampler. Metode ini merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan untuk pengukuran kualitas udara ambien dengan menggunakan dua  parameter ukur SO2 (sufat) dan NO2 Nitrogen).

Kegiatan pemantauan udara ambien (udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia), tersebut bertujuan untuk mengetahui kualitas udara ambien di wilayah perkotaan yang akan digunakan untuk menentukan Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten OKU.

Menurut dia, pada bulan Agustus 2019 lalu sudah dilakukan pemantauan udara dengan metode passive sampler yang dilakukan dengan meletakkan sebuah alat pemantauan udara ambien pada 4 (empat) titik pemantauan yang mewakili kawasan transportasi (SPBU Batukun

Baca Juga :   Daftar Bacabup OKU Johan Anuar Ambil Berkas ke Partai Golkar

ing Kecamatan Baturaja Barat) , industri (Kantor Camat Baturaja Barat), pemukiman (Kelurahan Sukaraya) dan perkantoran (Gedung DPRD Kabupaten OKU).

Setelah dipaparkan selama 2 minggu  (14 hari), selanjutnya sampel udara tersebut dikirim ke laboratorium yang ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk selanjutnya dilakukan pengujian.

Hasil analisa udara tersebut akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten OKU pada acara Rakor passive sampler yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini atau bulan Desember mendatang. JM/SN

Print Friendly, PDF & Email