K MAKI OKI SESALKAN TUJUH PROYEK SMPN 1 JEJAWI TIDAK TERSENTUH BPK RI DI TAHUN 2021

oleh -

OKI. MS – Polemik pekerjaan pembangunan SMPN 1 Jejawi kabupaten Ogan Komering Ilir tahun anggaran 2021 yang telah menelan anggaran apbd kabupaten OKI puluhan miliar telah menjadi sorotan publik secara luas di Sumatera selatan.

Banyak publik menilai azas manfaat pemerintah Ogan Komering Ilir dalam melakukan pekerjaan secara jor joran belanja anggaran APBD dengan tujuan belum jelas dengan alih alih mengatasnamakan pekerjaan konstruksi pembangunan SMPN 1 Jejawi .

Dengan adanya kritik dari K MAKI Sumatera selatan sebelumnya , K MAKI Ogan Komering Ilir juga angkat bicara terkait janggalnya dari pekerjaan tersebut di mata publik .

Koordinator K MAKI Ogan Komering Ilir dalam kesempatan ini mengatakan,” sudah lama kami mengetahui adanya pekerjaan tersebut melihat pengumuman di LPSE kabupaten OKI tahun 2021, tapi anehnya mengapa pekerjaan tidak di lakukan di lokasi tersebut,malahan di kerjakan di lahan di duga belum jelas milik siapa statusnya,padahal itu pembangunan aset negara” kata Ernis kepada wartawan ( 3/10/22)

Baca Juga :   78 Santri OKU Ikuti Pospeda Tingkat Propinsi Sumsel

“ kejanggalan proyek ini yang habiskan anggaran kurang lebih 20 miliar pada tahun 2021 tidak sedikitpun tersentuh audit dari BPK RI , padahal jika di krocek ke lapangan mungkin ada saja temuan yang di dapatkan oleh lembaga audit resmi negara waktu itu,” ujarnya

Lanjutnya,” dengan kejadian seperti ini ,kami akan bersatu bersama K MAKI Sumsel untuk mengseriuskan dari temuan ini, bila perlu nanti kami akan surati BPKP Sumatera selatan untuk melakukan audit secara forensik dari 7 pekerjaan SMPN 1 Jejawi tahun 2021,” pungkasnya

Sementara itu Koordinator K MAKI Sumatera selatan telah mengapresiasikan berKoarnya dari pihak terkait tentang amannya keberadaan pekerjaan pembangunan gedung tersebut karena di duga telah di dampingi oleh pihak jaksa dan polisi,” sah sah saja bila mereka mengatakan begitu, tapi kita kan hanya mempertanyakan sebagai wujud kontrol sosial karena pekerjaan itu yang libatkan 7 pemborong memakai keuangan negara, bukan uang kepala dinas atau kepala daerah pribadi, bisa tekor mereka jika pakai uang pribadi, yang kami tanyakan apa tujuan dinas pendidikan kabupaten OKI membuat bangunan tersebut,sedangkan sekolah lama masih sangat layak,serta apa guna nya pembangunan asrama yang habiskan anggaran 2,2miliar untuk asrama saja, apakah seluruh murid harus menginap,perlu di ketahui di Sumatera selatan belum ada smpn di lengkapi fasilitas asrama,” ujar Boni Belitong.

Baca Juga :   Money Politics Warnai Pilkades Desa Sukarami Kecamatan Sekayu

Jurnalis : R. Wilantara/Veno

Print Friendly, PDF & Email