FKPRM Minta Ungkap Pembunuhan Marsal di Medan, Organisasi Pers dan Aparat Harus Bersinergi

oleh -

SURABAYA. MS –Berkat sinergi yang solid antara aparat penegak hukum yakni Kepolisian dan insan Pers, kasus pembunuhan wartawan bernama Marsal atau nama lengkapnya Mara Salem Harahap terus diusut oleh penegak hukum. Dimana saat ini telah sampai ke meja hijau Pengadilan.

Ketua FKPRM (Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media) di Jatim, Agung Santoso menyikapi pembunuhan wartawan yang juga pemimpin redaksi media online Lasser News Today mengatakan, kasus
kekerasan disertai pembunuhan kepada wartawan terjadi kembali. Dimana, kali ini menimpa pada Sara Salem Harahap atau sapaan akrabnya Marsal dengan beberapa luka tembak di bagian tubuhnya, korban di tembak saat berada dalam mobil.

Baca Juga :   Pemkab OKU Bersama Insan Pers Mengikuti Acara Vidcon Peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI Ke-75 Tahun 2021

“Kasus pembunuhan terhadap Marsal harus di kawal organisasi pers, organisasi perusahaan pers, komunitas pers dan aparat kepolisian yang ada di Medan, mulai dari motif pembunuhan, pelaku, hingga vonis di pengadilan,” jelasnya dalam rilis pers.

Agung sapaan pria yang juga inisiator Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri di Indonesia ini mengatakan selain mengawal.juga harus bersinergi, artinya saling memberikan info dari hasil investigasi kedua belah pihak, tidak ada yang ditutup-tutupi, semua harus transparan, tidak boleh mundur sedikitpun, termasuk intervensi berbagai pihak yang punya kepentingan untuk meredam kasus pembunuhan Marsal.

Baca Juga :   Putra Asli Desa Laya Baturaja Jabat Ketua Mahkamah Agung RI

“Apabila Marsal di bunuh karena kasus korupsi atau narkoba, para media yang tergabung dalam organisasi atau komunitas pers terus mengangkat berita tersebut sampai ketemu otak pelaku utamanya, dan terus mendampingi aparat kepolisian hingga keadilan bisa ditegakkan, apalagi kematian wartawan Marsal berkaitan sebagai tugas seorang jurnalistik, bukan seorang penjahat,” pungkasnya. *AG/JM

Print Friendly, PDF & Email