Diduga Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Driling di Desa Sako Suban Ditutpi, Ada Apa Ini..?

oleh -

MEMOSUMSEL Api mulai berulah, kembali membakar sumur penambang minyak ilegal drilling di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin tepatnya di Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) ,pada Selasa (21/3/2023) pagi sekitar pukul 05.30 Wib bukan berita bohong.

Dari penelusuran beberapa awak media di lokasi, Jumat (24/3/2023) kebakaran sumur minyak di Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) pada Selasa 21 Maret 2023 benar adanya.

Dalam penelusuran terpantau di lokasi kebakaran tersebut, masih tampak jelas menyisakan bekas puing puing, bahkan masih dijaga ketat lokasi itu oleh orang yang tidak dikenal awak media.

Ini semua bermula beredarnya video viral dan berita rilis sanggahan yang disebarkan melalui dalam grup Humas Polres Muba Pada tanggal 22 Maret 2023 sekitar Pukul 23.59 Wib dengan durasi 00.18 detik dikatakan oleh Kaur pemerintahan desa Sako Suban Adi Saputra , bahwa kebakaran minyak diwilayahnya itu tidak ada.

Baca Juga :   Antisipasi Gangguan Kamtib, Karutan Baturaja Lakukan Trolling Blok Hunian Dan Area-Area Rawan

Nah, pernyataan Kaur pemerintahan Desa Sako Suban itu dalam Vidio tersebut, secara tidak langsung membantah bahwa berita yang di terbitkan oleh beberapa Media Online pada hari Selasa 21 Maret 2023 terkesan menyebarkan berita bohong atau Hoax.

Hal ini jelas, sangat merugikan bagi media Online yang bertugas sebagai kontrol sosial di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin . Bahkan, ucappanya itu akan berdampak kepada awak media yang menerbitkan berita tersebut.

Baca Juga :   DLH : Ayo Bersama Jaga kebersihan lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan

Untuk itu, beberapa media akan melaporkan atas pernyataan yang di sampaikan oleh Kaur Pemerintahan Desa Sako Suban ke polda Sumsel.

Selain itu juga, dari hasil penelusuran saat di lokasi lahan ada juga dari beberapa penambang minyak, bahwa mereka menambang minyak yang diduga dimintai sejumlah fee oleh oknum Pospol dan oknum perangkat desa dengan alasan untuk Desa, serta yang punya tanah dengan persentase yang di tentukan. (w2N/Tim)

Print Friendly, PDF & Email