DI TUNTUT SEUMUR HIDUP PEMBAKAR PACAR DI MUARA ENIM

oleh -

MUARA ENIM. MS – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Enim Irfan Wibowo melalui Kasi Pidana Umum M Alex Akbar pada sidang lanjutan terhadap mantan oknum polisi pembakar pacar di kabupaten Muara Enim akhirnya di tuntut penjara seumur hidup.

Terungkap nya hal tersebut, berdasarkan keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muara Enim M Alex Akbar melalui Kasi Intel Kejari Muara Enim M Ridho Saputra didampingi JPU Sriyani, Arsitha Agustian, dan Nadia S seusai melaksanakan sidang lanjutan dalam agenda tuntutan terhadap mantan oknum polisi pembakar pacar, Rabu (10/08/2022) di Pengadilan Negeri Muara Enim.

Terdakwa Andriasyah oknum mantan Polisi pembakar pacar pada sidang hari ini (red, 10/08) secara virtual di Pengadilan Negeri Muara Enim dalam agenda tuntutan kepada terdakwa, kami tuntut yaitu penjara seumur hidup ,” ungkap Kasi Pidum Kejari Muara Enim M Alex Akbar melalui Kasi Intel Kejari Muara Enim M Ridho Saputra dalam keteranganya kepada awak media ini.

Dijelaskan Ridho, adapun dalam tuntutan tersebut dimana terdakwa telah melanggar pasal sebagai mana telah melakukan perbuatan dalam pasal pertama primair yaitu pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP atau kedua primair pasal 355 ayat (2) KUHP subsidair pasal 354 ayat (2) KUHP.

Baca Juga :   Diduga Ada Mega Korupsi Proyek RHL di Kabupaten OKU, Sejumlah LSM Bekal Gelar Aksi

” Tuntutan yang dibacakan tadi, merupakan sebagaimana dengan fakta persidangan yang terungkap dilaporkan secara berjenjang, dimana terdakwa, telah terbukti melanggar pasal 340 KUHP dengan tuntutan hukuman yaitu penjara selama seumur hidup ,” ungkapnya.

Ridho mengungkapkan, dalam fakta persidangan terungkap perkara tersebut, bermula dari terdakwa saat menjalin hubungan kepada korban Alm. Nengsi Maelina. Kemudian, dikarenakan korban berusaha menghindari terdakwa, pada tanggal 10 Maret 2022. Dimana terdakwa yang tidak terima ditinggalkan oleh korban lalu terdakwa menghampiri korban di rumah kontrakannya dengan sengaja membawa 1 botol aqua berisikan bensin 1,5 liter dan korek api gas yang telah disiapkan untuk mencederai korban. Kemudian, terdakwa masuk ke kamar korban dan menyirami korban dengan bensin lalu menyalakan korek api dilantai yang basah lantaran tumpahan bensin hingga membakar kamar kontrakan korban kemudian menyambar ke tubuh korban.

” Dan dari kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar sebesar 68,5% sempat dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian korban meninggal dunia dalam perawatan pada tanggal 26 Maret 2022 ,” terangnya.

Ditambahkan, Ridho untuk sidang selanjutnya, akan dilanjutkan hari Selasa tanggal 16 Agustus 2022 dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) oleh terdakwa.

Baca Juga :   FMJK Minta KPK Pantau Dugaan DPRD Muba Main Proyek Dengan Dalil Pokir

“Dalam tuntutan yang kami berikan pada sidang hari ini, merupakan sebagai rasa keadilan yang kami di berikan kepada keluarga korban ,” jelasnya.

Sementara itu kuasa Hukum terdakwa Heru Pujo mengatakan sangat keberatan dengan adanya tuntutan yang di berikan oleh Tim JPU Muara Enim kepada klain nya. Menurutnya, dalam tuntutan tersebut sangat berat karena dinilai banyak hal-hal baik yang tidak juga di pertimbangkan oleh Tim JPU Muara Enim.

” Kami sangat keberatan atas tuntutan yang di berikan oleh JPU kepada klien kami, karena banyak hal-hal baik yang di lalukan klien kami kepada korban semasa hidup yang tidak di pertimbangkan oleh JPU. Dari itu, demi rasa keadilan yang sama kami akan ajukan pledoi pada sidang selanjutnya ,” pungkasnya.

Dalam pantauan di lapangan, dalam sidang agenda tuntutan tersebut dari tim JPU terdiri dari Alex Akbar, Sriyani, Arsitha Agustian, dan Nadia S. Adapun dari majelis hakim terdiri dari Shelly Noveriyati. S, Sera Ricky Swanri. S, dan Titis Ayu Wulandari, kemudian kuasa Hukum terdakwa Heru Pujo. *NV/Tiem

 

Print Friendly, PDF & Email