Di Duga Pungli Kepsek SMA UPT 18 Sumsel: Silahkan Adukan Saya Sampai Ke Langit !!

oleh -

MUBA, Memo Sumsel – kepala Sekolah SMAN 1 Lawang Wetan, Kabupaten Muba (Sekarang bernama SMA UPT18 Sumatera Selatan/Sumsel) Sentosa SPd, ketika dimintai klarifikasi adanya dugaan pungli biaya pengambilan Ijazah siswa kelas XII, di kantornya Senin siang, 24/05/2021 kepada dua wartawan media online mengatakan bahwa, dirinya tidak takut apabila hendak dilaporkan atau diberitakan di media massa.

“Silahkan kalau mau laporkan kami kemana saja, sampai ke langit juga saya tidak akan takut, saya tidak akan berlari, tetapi ingat, kamu juga jangan berlari,” ujarnya kepada awak media ini dan rekan dari awak media lain.

“Uang itu (Rp.100.000,00) kan untuk biaya foto copy dan legalisir ijazah, saya sendiri tinggal menandatangani berkas yang disodorkan oleh masing-masing wali kelas kepada saya,” lanjutnya

Baca Juga :   Dirasa Miliki Pelayanan Buruk, Sejumlah Masyarakat Geruduk PLN ULP Baturaja

“Dan untuk lebih jelasnya lagi silahkan anda tanyakan kepada ketua Komite, pak Muzalani di kantor Camat Lawang Wetan, itu sudah dirapatkan dan disetujui oleh komite sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu Muzalani SH MSi, dimintai klarifikasinya kepada awak media ini mengatakan bahwa, itu sudah dirapatkan bersama antara pihak Sekolah, Komite, serta orang tua/wali siswa, dan sudah dibuatkan berita acaranya.

“Dalam rapat tersebut diusulkan dan disepakati bersama agar pengurusan legalisir ijazah para siswa, di koordinir oleh pihak sekolah dan dilakukan secara kolektif tidak sendiri-sendiri oleh siswa supaya efisien dan efektif, serta demi mencegah adanya kerumunan,” paparnya.

Baca Juga :   Sejak Pemberlakukan PPKM di OKU Kasus positif COVID-19 Meningkat

“Pada awalnya disepakati Rp. 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) per siswa untuk biaya foto copy dan tas plastik serta legalisir, namun ada orang tua yg mengusulkan agar biayanya jangan lima puluh ribu, tetapi seratus ribu saja sebagai tanda terima kasih mereka, kepada para guru yang telah berjasa mendidik anak-anak mereka, dan juga sebagai pengganti acara perpisahan yang ditiadakan karena Pandemi Covid-19. Usulan orang tua tersebut akhirnya disetujui oleh forum, ini semua ada berita acaranya,” imbuhnya.

Untuk diketahui jumlah siswa UPT 18 Sumsel pada tahun ajaran ini seluruhnya kurang lebih 300 orang, dari jumlah tersebut siswa kelas XII berjumlah 92 orang. (Her/Tim)

Print Friendly, PDF & Email