Bank Indonesia : Inflasi Sumsel Masih Stabil

oleh -

BATURAJA. MemoSumsel —Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kab OKU bersama Bank Indonesia menggelar rapat di Ruang Bina Praja Pemkab OKU membahas inflasi ekonomi kabupaten Oku, Kamis (13/12/2019).

Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Indra mengatakan realisasi inflasi Sumsel bulan November 2019 adalah sebesar 2,59% (yoy) lebih rendah dibandingkan inflasi nasional 3,00%(yoy).

“Komoditas penyumbang inflasi bulan November 2019 terutama didorong oleh penurunan harga komoditas cabai merah dan bawang merah yang disebabkan oleh berangsur normalnya pasokan cabai merah dan masih berlanjutnya musim panen bawang merah.” Terang Indra.

Lima komoditas utama penyumbang inflasi dan deflasi di bulan November 2019 adalah cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, bumbu masak jadi, dan cabai rawit (deflasi).
Bawang merah, rokok kretek filter, emas perhiasan, sepeda motor, dan ikan patin (inflasi ).

Baca Juga :   SMA 4 Lais Butuh Sarana dan Prasarana Pendukung dari Pemerintah Daerah

Inflasi akhir tahun 2019 Sumatera diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2018. Pertumbuhan inflasi Provinsi Sumsel diperkirakan berada pada rentang target di tahun 2019 yaitu 3,5+_ 1%(yoy) didorong oleh perlambatan ekonomi dunia, perlambatan indeks pangan dunia, dan cuaca yang diperkirakan normal.

Sementara itu, Sekda OKU Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, S.E., M.T., M.H., M.Si., selaku ketua harian TPID mengarepsiasi langkah yang dilakukan oleh BPS dan bagian perekonomian Setda OKU. Pengendalian oleh TPID ini, semua berharap inflasi di Kab OKU akan terkendali dengan baik.

“Dalam mengendalikan inflasi sebaiknya harus ada strategi yang baik, terlebih dalam suasana ekonomi yang lesu sekarang ini.” Ujar Tarmizi.

Baca Juga :   Tim Wasev TNI Tinjau Bangunan Jembatan Gantung TMMD OKU

Inflasi di Kab OKU, lanjutnya, dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok tentu mengalami kenaikan harga, disebabkan karena masih mendatangkan dari luar Kab OKU.

“Inflasi adalah sebuah indikator perekonomian di suatu daerah berjalan dengan aktif, namun jika inflasi tidak dapat dikendalikan, maka daerah pertumbuhan ekonomi akan terhambat.” Imbuhnya.

Sekda OKU menginstruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan inventarisasi suplier, maka kita akan tau alur diperolehnya barang, dan kita akan tau penyebab kelangkaan yang terjadi.

Persoalan inflasi tidak bisa dipisahkan dari urusan pangan rakyat, sehingga seluruh pihak berkewajiban memberikan masukan dalam mengenai persoalan masyarakat. *JM/Azzahra

Print Friendly, PDF & Email