Arena Judi Otok-Otok dan Sabung Ayam di Gerebek Petugas

oleh -
petugas saat gerebek lokasi sabung ayam dan judi otok-otok di Ulu Ogan.
petugas saat gerebek lokasi sabung ayam dan judi otok-otok di Ulu Ogan.

 

BATURAJA, memosumsel.com – Para penjudi dan sabung ayam lari kocar kacir saat petugas gabungan Jajaran Polres OKU bubarkan arena sabung ayam dan judi dadu otok-otok yang di gelar warga di dalam hutan Desa Pedataran Kecamatan Ulu Ogan kawasan perbatasan Kabupaten OKU dan Muara Enim, pada Sabtu sekira pukul 16:00 Wib, (22/9/2018).

Razia pembubaran arena tersebut di pimpin Kapolsek Ulu Ogan IPDA Eddi Hernata bersama 11 personil NKBA Polres OKU dan anggota Polsek Pengandonan.

Kapolres OKU Dra NK Widayana Sulandari melalui Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andriyan S.Kom, Kapolsek Ulu Ogan IPDA Eddi Hernata mengatakan, dari informasi yang di dapat sering adanya perjudian sabung ayam dan judi otok-otok dan selanjutnya kita bentuk tim untuk lakukan penggerebekan, dan benar saja di lokasi tersebut sudah ada arena perjudian dengan bangunan tenda dari terpal.

Baca Juga :   Bekerja Sama Dengan Polres OKU Rutan Baturaja Kembali Laksanakan Vaksinasi Covid - 19

“Seketika itu juga kita langsung lakukan penggerebekan dan semua lari membubarkan diri, saat lakukan penggerebekan para penjudi lari tunggang langgang sehingga tidak ada warga yang di tangkap hanya barang bukti berupa Ayam sabungan sebanyak  8  ekor ayam serta lapak, dadu, uang judi otok-otok sebanyak Rp 327.000 dan motor para pejudi sabung ayam sebanyak 34   kendaraan,”ungkapnya.

Namun, lanjut Kapolsek, semua kendaraan bermotor milik warga di kembalikan  ke pemiliknya, hanya dimintai keterangan serta di berikan pembinaan agar segala bentuk perjudian tersebut untuk tidak lagi diadakan.

Baca Juga :   Dua Bocah di OKU Ini Sangat Membutuhkan Uluran Tangan Dermawan

“Setelah di lakukan pembinaan semua kendaraan warga kita kembalikan, namun hanya beberapa barang bukti seperti alat judi dan ayam aduan kita bawa ke Mapolres OKU,  hanya Bandar sabung ayam dan judi otok-otok yang melarikan diri masuk ke dalam hutan,”tutupnya. (jum)

 

Print Friendly, PDF & Email